| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Mengulik Sejarah

Datuk Imam Rail Seorang Pahlawan Kemerdekaan dan Penyebar Agama Islam di Aur Cina Inhu


sigapnews.co.id | Budaya
Jumat, 06/11/2020 - 19:20:52 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID | INHU, Pahlawan sendiri memiliki makna, yakni orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran atau pejuang yang gagah berani. 

Di bulan Agustus ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.  Seperti yang kita ketahui, kemerdekaan Indonesia didapatkan melalui perjuangan para tokoh bangsa yang mengusir para penjajah dari Indonesia. 

Kemerdekaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para pahlawan kemerdekaan dalam mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Atas jasa-jasanya, negara mengangkat para pejuang tersebut sebagai pahlawan nasional. Nah, untuk mengenang jasa-jasa mereka, saya  akan mengingatkan  dengan  sosok pahlawan perintis kemerdekaan yang telah amat sangat berjasa terhadap Desa Aur Cina.
 
Aur Cina, Batang Cenaku, Indragiri Hulu, Ternyata mempunyai seorang pahlawan kemerdekaan serta penyebar agama islam pertama di Desa Aur Cina, yaitu Datuk Imam Rail. Makam Datuk Imam Rail ini baru saja diperkenalkan kepada masyarakat Aur Cina oleh Mahasiswa Kukerta STAI pada tahun 2018 lewat spanduk yang mereka buat di pinggir jalan sekitar kurang lebih 150 m dari Makam Datuk Imam Rail.

Datuk Imam Rail lahir di Aur Cina, Beliau asli penduduk Aur Cina namun beliau menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren di Jambi. Beliau menuntut ilmu agama bersama seorang temannya yang bernama Batin Dagang. Setelah Datuk Imam Rail merasa cukup menuntut ilmu di pondok pesantren tersebut beliau kembali ke asalnya yaitu ke Aur Cina. Datuk Imam Rail ini mendapat gelar dari pondok pesantren yaitu Singa Berantai. 

Beliau pulang ke kampung halamannya yaitu desa Aurcina, dan menikah dengan gadis asli Aur Cina dan di karuniai anak semata wayang perempuan bernama Saadi. Kepulangan Datuk Imam Rail ini membawa ajaran agama Islam ke desa Aur cina beliau lah orang pertama yang menyebarkan agama islam di Aur Cina dengan gigih beliau mengajarakan agama islam ke masyarakat Aur Cina beliau mengajarkan tata cara sholat dan mengaji Al-Quraan. 

Datuk Imam Rail juga membangun Musholla, namun bangunan musholla tersebut sekarang  telah di runtuhkan oleh Belanda. Tanpa pamrih beliau terus mengajarkan agama islam di Aur Cina. Kemudian, disusul oleh temannya yang bernama Batin Dagang juga ikut menyebarkan agama islam namun Batin Dagang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat Aur Cina, Sehingga ia merasa cemburu kepada datuk Imam Rail tetapi ia tidak terlalu menampakkan hal tersebut didepan orang-orang ataupun datuk Imam Rail.
 
Dengan kegigihannya  masyarakat Aur Cina yang mayoritas suku Melayu mereka semua mengganut ajaran agama Islam. Karena datuk Imam Rail ini seorang penyebar agama islam, Belanda tidak menyukai beliau, beliau terus di cari-cari oleh Belanda untuk di bunuh. Belanda terus mencari datuk Imam Rail bertahun-tahun namun tidak bertemu, Akhirnya Belanda bertemu dengan Batin Dagang seorang teman seperguruan datuk Imam Rail, karena Batin Dagang memiliki rasa cemburu atau iri akhirnya ia menerima permintaan Belanda untuk menemukan datuk Imam Rail dan mendapatkan imabalan dari Belanda.

Pada suatu hari, datuk Imam Rail menghadiri sebuah acara perkawinan di desa sebelah yaitu desa Kuala Kilan, beliau sendirian tanpa ditemani istri dan anaknnya dan beliau tidak pulang kerumah nya namun bermalam di rumah adik iparnya yang bernama Mainin yang rumahnya juga di desa Kuala Kilan. Dan keberadaan datuk Imam Rail diketahui oleh Batin Dagang kemudian ia memberitahukan keberadaan datuk Imam Rail kepada Belanda.

Akhirnya Belanda dan Batin Dagang datang kerumah Mainin pada malam hari saat datuk Imam Rail dan Mainin tertidur. Belanda langsung masuk kerumah Mainin yang waktu itu rumah Mainin masih rumah panggung, Mainin langsung terbangun sementara datuk Imam Rail masih tertidur,kemudin Mainin membangunkan datuk Imam Rail dan berkata ‘’ bang bangun, pasukan belanda mencari abang ‘’ datuk Imam Rail pun langsung terbangun dan mengambil keris milik nya dan langsung turun ke bawah rumah.

Datuk Imam Rail dan Mainin bertempur melawan pasukan Belanda dan Batin Dagang, karena kesaktian atau ilmu datuk Imam Rail ini, beliau tidak tumbang saat di tembak berulang-ulang oleh Belanda. Belanda pun merasa bingung kenapa beliau tidak tumbang di tembak akhirnya karena Batin Dagang mengetahui kelemahan ilmu dari datuk Imam Rail.

Batin Dagang menangkap datuk Imam Rail dengan kuat dan lama sambil berkata ‘’tidak usah kau melawan lagi Rail, kau akan segera meninggal’’ datuk pun lemah dan tumbang tak berapa lama beliau pun meninggal dunia dengan mengucapkanl lafal ALLAH HU AKBAR.
 
Datuk Imam Rail Wafat pada tahun 1914 bersama adik iparnya Mainin dan dikuburkan di satu tempat liang halat.

Penulis : ANGGI AFRILIANTI  ( mahasiswi s1 prodi sejarah UNRI )
Narasumber : H. Sarkawi  (68)





Berita Lainnya :
 
  • Gubernur Riau H Syamsuar Silaturrahim ke Kediaman Sesepuh LDII Sekaligus Tokoh Agama Siak
  • Ketua MPR RI Bamsoet Lantik Pengurus Pusat JMSI dan Menaruh Harapan Besar
  • Yulisman Resmi Diusulkan Jadi Ketua DPRD Riau Dalam Rapat Paripurna
  • Hari Ini Pengurus Pusat JMSI Dikukuhkan dan Disaksikan Ketua MPR RI di Hall Dewan Pers
  • Komunitas Tanjung Sari Jatisrono Wonogiri Gelar Budaya Umbul Donga Usir Covid 19
  • Gubri Akan Hadiri Launching Bedah Buku Bonita Hikayat Sang Raja Karya Alm Haidir Tanjung Detikcom
  • Gus Syauqi, Putra Wapres Ma’ruf Amin Silaturahmi ke LAM Riau Serta Bincang Potensi Wisata Halal
  • Dankoopssus: TNI Siap Mencegah Aksi Terorisme yang Mengancam Kehidupan Masyarakat
  • Bupati Harris Harapkan Muslimat NU Prioritaskan Program Bangun SDM Generasi Emas Pelalawan
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved