| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Apresiasi Kinerja Kapolda dan Jajaran

Ketua Granat Riau Minta Usut Tuntas Hubungan Bandar Narkoba Dengan Paslon No 4 Pelalawan


sigapnews.co.id | Hukum
Jumat, 13/11/2020 - 17:24:14 WIB
Kiri, Ketua DPD Granat Provinsi Riau, Freddy Simanjuntak.SH.MH. Kanan Kapolda Riau bersama Anggota timses cabup jadi bandar sabu dan mengaku sebagai polisi. (Foto: Sindonews).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID | PEKANBARU - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Riau,  Freddy Simanjuntak, SH.,MH, mengapresiasi kinerja Kapolda Riau beserta jajaranya yang telah mengungkap beberapa bandar narkoba selama menjabat orang nomor 1 di Polda Riau.

"Kami DPD Granat Riau sangat mengapresiasi kinerja Polda Riau dibawah pimpinan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH, SIK, MSi dalam rentang waktu 2 bulan telah berhasil mengungkap Bandar Sabu, baik itu oknum perwira polisi maupun dari kalangan sipil," ujar  Freddy Simanjuntak

"Kita tahu, pada hari Jumat, 23 Oktober 2020, Polda Riau menangkap Oknum perwira polisi berinisial IZ (55). Dia bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dari tangan pelaku, petugas menyita 16 kilogram narkotika jenis sabu. Baru-baru ini, tim Harimau Kampar Polda Riau kembali mengungkapkan kasus besar narkoba berjenis sabu seberat 20 Kg dari tiga tersangka. Salah satu tersangka SS disebut sebagai tim sukses calon Bupati Pelalawan, Paslon Nomor 4 Adi Sukemi," papar Freddy Simanjuntak.

Freddy Simanjuntak kepada media sigapnews.co.id mengatakan akan mengawal kasus penangkapan bandar narkoba di provinsi Riau sampai tuntas dari penuntutan di Kejaksaan dan pemeriksaan di pengadilan Negeri."Granat akan mengawal kasus narkoba dari penyelidikan, penyidikan dan penuntutan di Kejaksaan, karena peredaran narkoba di provinsi Riau dari tahun ke tahun semakin bertambah jumlahnya," tambah Freddy Simanjuntak.

"Ketua DPD Granat Riau meminta agar pelaku diberikan hukuman maksimal dan bila perlu hukuman mati," pinta Freddy Simanjuntak.

Khusus kasus pengungkapan bandar narkoba dengan barang bukti sabu seberat 20 Kg di Pelalawan yang merupakan Tim Survey Pasangan Calon Bupati Pelalawan Pasangan Calon (Paslon) Nomor 4, Freddy Simanjuntak meminta kepada Polda Riau supaya Paslon nomor 4 dimintai keterangan oleh pihak kepolisan untuk memberikan keterangan terkait ada atau tidaknya hubungan jaringan sindikat peredaran Narkoba.

"Pengungapan kasus Narkoba dengan barang bukti seberat 20 Kg, salah satu tersangka bandar norkoba Simon Siahaan (SS) sebagai tim sukses (Timses) pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan nomor urut 4, Adi Sukemi- H Muhammad Rais yang bertugas sebagai  tim survey lapangan, Kami (Granat) meminta Kapolda Riau supaya Paslon Nomor 4 dimintai keterangan langsung, ada tidaknya kaitan, baik itu aliran dana atau hubungan lainnya," papar Freddy Simanjuntak yang juga berprofesi sebagai Lawyers senior di provinsi Riau ini.

"Ini menjadi momentum menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pihak kepolisan khusus Polda Riau komit dan konsisten pemberantasan Narkoba," pungkas Freddy Simanjuntak

Sementara itu, dalam sebuah video tayangan tv one yang beredar terlihat ada personel Polda Riau menggerebek tempat kos Simon. Tampak ada goodie bag berwarna kuning berisi sembako ditumpuk di lokasi itu.

Ada tulisan "Bersama Golkar Peduli". Ada gambar paslon Bupati Pelalawan, Adi Sukemi-Rais, di goodie bag itu.

Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, membenarkan lokasi penggerebekan itu adalah kos Simon. 

Agung menjelaskan, Simon juga merupakan tim survey Pasangan Calon Bupati Pelalawan saat ini, Harris. Karena dianggap sukses saat Harris maju 5 tahun silam, jasa Simon kembali dipakai.

"Tersangka dalam pemeriksaan kita membenarkan kalau dia memang tim sukses dari anaknya Bupati Pelalawan. Simon Siahaan sebagai tim sukses bertugas khusus untuk melakukan survei," kata Agung.

Simon disebut sudah mendapat bayaran Rp 40 juta untuk mengangkut sabu dari Bengkalis ke Pekanbaru.

"Kita mendapatkan fakta, bahwa saudara SS itu sudah mendapatkan bayaran Rp 40 juta untuk memindahkan barang bukti 20 Kg sabu-sabu dari Bengkalis menuju ke Pekanbaru," kata Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, saat dimintai konfirmasi, Selasa (10/11/2020).





Berita Lainnya :
 
  • Gubernur Riau H Syamsuar Silaturrahim ke Kediaman Sesepuh LDII Sekaligus Tokoh Agama Siak
  • Ketua MPR RI Bamsoet Lantik Pengurus Pusat JMSI dan Menaruh Harapan Besar
  • Yulisman Resmi Diusulkan Jadi Ketua DPRD Riau Dalam Rapat Paripurna
  • Hari Ini Pengurus Pusat JMSI Dikukuhkan dan Disaksikan Ketua MPR RI di Hall Dewan Pers
  • Komunitas Tanjung Sari Jatisrono Wonogiri Gelar Budaya Umbul Donga Usir Covid 19
  • Gubri Akan Hadiri Launching Bedah Buku Bonita Hikayat Sang Raja Karya Alm Haidir Tanjung Detikcom
  • Gus Syauqi, Putra Wapres Ma’ruf Amin Silaturahmi ke LAM Riau Serta Bincang Potensi Wisata Halal
  • Dankoopssus: TNI Siap Mencegah Aksi Terorisme yang Mengancam Kehidupan Masyarakat
  • Bupati Harris Harapkan Muslimat NU Prioritaskan Program Bangun SDM Generasi Emas Pelalawan
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved