| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Tambang Ilegal

Wih!, Anggota DPRD Diduga Terlibat Kasus Tambang Ilegal?


Sigapnews.co.id | Ekonomi
Minggu, 17/01/2021 - 16:15:16 WIB
Anggota Satreskrim Polres saat menaikkan sejumlah barang bukti ke truk di lokasi tambang pasir ilegal di Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.(Foto: Sigapnews.co.id/Humas Polda Bengkulu).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, Bengkulu - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepahiang, Bengkulu, sedang mendalami keterlibatan oknum anggota DPRD setempat dalam dugaan kasus tambang pasir ilegal di daerah itu.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman melalui Kasat Reskrim Iptu Welliwanto Malau menyebut, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tambang pasir ilegal di Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu tersebut.

Kepada penyidik, salah satu tersangka mengaku ada salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Kepahiang yang ikut terlibat dalam praktik tambang pasir ilegal itu.

"Ya, ada nama oknum anggota DPRD Kabupaten Kepahiang yang disebut ikut andil dalam penambangan pasir ilegal tersebut dan saat ini kami sedang lakukan penyelidikan lebih lanjut atas pengakuan para tersangka ini," kata Kasat Reskrim Polres Kepahiang dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/1/2021).

Welli menjelaskan, terkuaknya praktik tambang pasir ilegal ini bermula saat anggota Sat Reskrim Polres Kepahiang melakukan penertiban terhadap sejumlah aktivitas penambangan pasir di daerah itu pada Selasa (12/1/2021) lalu.

Polisi membawa lima orang dari lokasi tambang pasir ilegal di Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu tersebut ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kelima penambang yang dibawa itu yakni IJ (61) dan HI (42), warga Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi. Kemudian Su (5) warga Kecamatan Curup Tengah, AE (46) warga Kecamatan Curup Selatan, dan YA (50) warga Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan.

Dari lima orang itu, IJ dan HI ditetapkan sebagai tersangka, kemudian menyusul MA yang ditetapkan tersangka berdasarkan pengembangan atas pengakuan tersangka IJ dan HI.

"Ketiga tersangka diduga melanggar Undang-Undang No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Kami akan terus mendalami kasus ini," demikian Kasat Reskrim Polres Kepahiang.(*)

Liputan: Lukito.
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Kadis Perkebunan Membenarkan Tahun 2021 Inhil Dapat Jatah Peremajaan dan Perluasan Kebun Kelapa
  • Pilkades Serentak Inhil 2021, Kadis PMD: Camat Berpihak akan Ditindak
  • Gubernur Mahyeldi Tunjuk Wawako Hendri Septa Jadi Plt Wali Kota Padang
  • Galeri Wakil Ketua DPRD Bengkalis Sofyan Undang Pengusaha Peraih Penghargaan dari Presiden Jokowi
  • Wakil Ketua DPRD Bengkalis Sofyan Ajak OPD Pantau Usulan Masyarakat
  • Jalin Silaturahmi Bersama Media SKK Migas Perkenalkan Management PHR Yang akan Kelola Blok Rokan
  • Inhil Dapat Jatah Peremajaan 200 Hektar Tanaman Kelapa
  • Kapolres Padang Pariaman Terima Kunjungan Tim Puslitbang Polri
  • Puslitbang Polri Kunjungi Polda Sumbar, Ini Agendanya
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved