| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Polemik Partai Demokrat

Andi Mallarangeng: Isu Kudeta Demokrat, Jenderal Mau Kudeta Mayor, Gagal Pula


Sigapnews.co.id | Politik
Sabtu, 06/02/2021 - 14:14:24 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, JAKARTA -  Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyebut, ada anggapan isu pengambilalihan kepemimpinan di partainya merupakan pertarungan antara seorang jenderal yang ingin mengudeta mayor. 

Seperti diketahui, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko adalah seorang pensiunan TNI berpangkat jenderal. Sedangkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninggalkan dinas militer saat berpangkat mayor. 

"Kalau di Myanmar itu jenderal kudeta presiden dan menteri-menteri. Kalau di sini ada jenderal mau kudeta mayor, gagal pula," kata Andi, dalam sebuah diskusi yang disiarkan akun Youtube Radio Smart FM, Sabtu (6/2/2021). 

Andi menuturkan, upaya kudeta itu gagal setelah kader-kader Partai Demokrat yang ditemui Moeldoko di sebuah hotel langsung melapor kepada AHY pada keesokan harinya. 
Menurut Andi, para kader itu melaporkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Moeldoko menyatakan siap menjadi ketua umum. 

Moeldoko juga disebut tengah mempersiapkan 360 DPC dan DPR agar bisa menggelar kongres luar biasa (KLB). 

Setelah mendapat laporan itu, AHY pun segera menyurati Presiden Joko Widodo serta menggelar konferensi pers untuk mengungkap adanya upaya kudeta tersebut. 
Andi pun membantah pernyataan Moeldoko yang menyebut pertemuan dengan kader Partai Demokrat sekadar ngopi-ngopi. 

"Kalau ngopi-ngopi dengan orang yang tidak dikenal apanya yang ngopi-ngopi? Nah itu persoalan, ini offside, bukan cuma offside, kartu merah, ini kartu merah kalau sepakbola, harus out," kata Andi. 

Sebelumnya, Moeldoko disebut-sebut ingin merebut kepemimpinan Partai Demokrat dan menjadikannya sebagai kendaraan politik pada Pemilu 2024. 
Ia juga disebut telah menemui sejumlah kader Partai Demokrat untuk menggalang kekuatan agar dapat menyelenggarakan kongres luar biasa. 

Moeldoko membantah tudingan tersebut. Ia mengaku tak punya hak untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat karena bukan bagian dari internal partai. (*)

Liputan: Piter
Editor   : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Ini Tanggapan Kalapas IIA Pekanbaru Terkait Pemberitaan Pengendali Narkoba Masih dari Lapas
  • Donor Darah PWI Riau Tahun 2021 Bersama Mitra Kembali Lebihi Target
  • Kunker ke Sikakap Mentawai, Wakapolda Sumbar Beri Bantuan Sembako kepada Masyarakat
  • Pemilihan Duta GenRe Kota Padang Digelar, Wako Mahyeldi Sebut Ajang Memilih Generasi Muda Yang Kuat
  • Kejari Lakukan Penahan Terhadap AF Terkait Tipikor BUMD PD Tuah Sekata Pelalawan
  • JMSI Apresiasi Langkah Kapolri Tangani Kasus UU ITE Kedepankan Preemptive dan Preventive
  • Waspada Virus Corona, Jamaah Masjid Luhur Haji Dasiran Bersama Pengurus LDII Cuci Masjid Luar Dalam
  • Tokoh Pers Riau Ingatkan Wartawan Jangan Sampai Terjebak ''Trial By Press'', Berikut Penjelasannya
  • Presiden Jokowi Puji Gubernur Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Lebih Awal
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved