| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Kudeta Militer di Myanmar

Kudeta Militer di Myanmar, Perusahaan Woodside Petroleum Masih Yakin Beroperasi


Sigapnews.co.id | Internasional
Jumat, 19/02/2021 - 21:36:42 WIB
Tentara berdiri di luar Bank Sentral Myanmar selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, (15/2/2021). [Foto: Sigapnews.co.id/Reuters/Stringer].
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, MYANMAR - Perusahaan eksplorasi minyak asal Australia, Woodside Petroleum, meyakinkan kudeta militer di Myanmar tidak akan berdampak pada kegiatan pengeboran minyak perusahaan itu di negara yang dulu bernama Burma itu. CEO Woodside Petroleum Peter Coleman mengatakan kudeta militer adalah sebuah masalah transisi pemerintahan.

Coleman dalam pernyataannya menyebut pihaknya tidak melihat kudeta militer bisa menjadi hambatan dalam melakukan kegiatan eksplorasi gas pada tahun ini, termasuk kegiatan pre-engineering untuk ladang gas A-6, yang rencananya akan dikembangkan dengan Total SA, sebuah perusahaan asal Prancis.      

“Pada saat ini kami melihat kejadian ini sebagai sebuah masalah transisi (pemerintahan). Anda telah memiliki sebuah mesin demokrasi yang bekerja lewat serangkaian proses ,” kata Coleman.  

Menurut Coleman, pihaknya melihat masalah ini dan yakin akan bisa diselesaikan sepenuhnya oleh masyarakat Myanmar itu sendiri. Militer Myanmar sudah berkomitmen akan menggelar pemilu yang bebas dalam tempo 12 bulan ke depan.

“Kami berharap fakta ini (pemilu) benar-benar dilakukan dan kami akan memantaunya dengan ketat,” kata Coleman.

Dia meyakinkan Woodside tidak mendapat tekanan untuk menarik hubungan diplomatik dengan Myanmar. Dia pun meyakinkan sanksi dari Amerika Serikat (yang dijatuhkan ke Myanmar) tidak akan menghalangi kerja Woodside.

“Sanksi Amerika Serikat sejauh ini menargetkan pada individu dan itu-kan tipikal Amerika. Saya rasa pemerintah dari negara-negara barat sangat berhati-hati terhadap pendekatan yang mereka lakukan pada Myanmar saat ini. Sebab semakin banyak sanksi yang dijatuhkan, semakin mengarah mereka (militer Myanmar) ke Cina dan pihak lain untuk mencari dukungan,” kata Coleman.

Demonstran di Myanmar menyerukan agar perusahaan-perusahaan memboikot aktivitas bisnis mereka dengan militer di negara itu. Coleman mengatakan sejauh ini Woodside belum menjadi sasaran unjuk rasa.(*)

Liputan: Non Koresponden.
Editor  : Robinsar Siburian.                      
Sumber: Reuters.





Berita Lainnya :
 
  • Ini Tanggapan Kalapas IIA Pekanbaru Terkait Pemberitaan Pengendali Narkoba Masih dari Lapas
  • Donor Darah PWI Riau Tahun 2021 Bersama Mitra Kembali Lebihi Target
  • Kunker ke Sikakap Mentawai, Wakapolda Sumbar Beri Bantuan Sembako kepada Masyarakat
  • Pemilihan Duta GenRe Kota Padang Digelar, Wako Mahyeldi Sebut Ajang Memilih Generasi Muda Yang Kuat
  • Kejari Lakukan Penahan Terhadap AF Terkait Tipikor BUMD PD Tuah Sekata Pelalawan
  • JMSI Apresiasi Langkah Kapolri Tangani Kasus UU ITE Kedepankan Preemptive dan Preventive
  • Waspada Virus Corona, Jamaah Masjid Luhur Haji Dasiran Bersama Pengurus LDII Cuci Masjid Luar Dalam
  • Tokoh Pers Riau Ingatkan Wartawan Jangan Sampai Terjebak ''Trial By Press'', Berikut Penjelasannya
  • Presiden Jokowi Puji Gubernur Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Lebih Awal
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved