| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Bansos Covid-19

Polisi di Mempawah Usut Dugaan Korupsi Bansos Covid-19, Periksa 28 Saksi


Sigapnews.co.id | Korupsi
Rabu, 20/05/2020 - 13:48:15 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, MEMPAWAH - Polisi telah memeriksa 28 saksi terkait dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk 45 lanjut usia ( lansia) terdampak pandemi Covid-19 di Desa Parit Banjar, Kecamatan  Mempawah Timur,  Kalimantan Barat. 

Wakapolres Mempawah Kompol Jovan Reagan Sumual mengatakan, sebanyak 28 orang itu terdiri dari 8 orang pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS–LU) Bustanul Ulum yang menyalurkan bantuan dan 20 warga penerima bantuan. 

Pemeriksaan itu bertujuan untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan bantuan tersebut. 

"Sampai hari ini, ada 8 saksi yang diperiksa dan puluhan warga penerima yang dimintai keterangan," kata Jovan kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2020). 

Jovan menyebut, perhitungan sementara, total dana bansos untuk lansia yang diduga dikorupsi sebesar Rp 36,7 juta. 

Dia menegaskan, apapun bentuk bantuan sosial yang diberikan pemerintah harus disalurkan sesuai mekanisme dan peruntukannya. 

"Jadi, tidak ada alasan apapun untuk mengurangi hak si penerima, apalagi ini untuk lansia terdampak covid-19," terang Jovan. 

Jovan menerangkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat, Jumat (16/5/2020) yang dilanjutkan dengan serangkaian penyelidikan. 

"Sampai hari ini masih melakukan penyelidikan," ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk 45 lanjut usia terdampak pandemi Covid-19 di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kalimantan Barat, diduga dikorupsi. 

Sedianya 45 warga penerima bantuan menerima sebesar Rp 2,7 juta dari total Rp 121,5 juta dikirim ke rekening Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS–LU) Bustanul Ulum, Senin (27/4/2020). 

Setelah uang tersebut masuk dan dicairkan, pada Kamis (30/4/2020), pihak lembaga mulai menyalurkan kepada warga penerima. 

Namun, nominal bantuan yang diterima warga bervariasi. 

Terdapat 27 warga menerima Rp 2 juta, dan 14 warga yang menerima Rp 2,2 juta. 

Kemudian ada 4 warga yang tak menerima sama sekali karena sudah meninggal dunia dan pindah rumah. “Sisanya diduga telah digunakan untuk keperluan pribadi oknum pihak lembaga,” terang Jovan.(*) 

Liputan: Elvis Tambunan.
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Edhy Prabowo Mengeluh, Tak Bisa Bertemu Keluarga Dua Bulan
  • Mantan Dirut Asabri Diperiksa Kejaksaan Agung Atas Dugaan Korupsi
  • Trump Selama Presiden 30.000 Kali Berbohong ke Publik atau Rata-rata 21 Kali/Hari
  • Warga Batam Positif COVID-19 Tercatat 5.426, Bertambah 28, Terkonfirmasi Positif 17 Orang
  • Mantan Bupati Kampar Jefry Noer di Panggil KPK Terkait Kasus Proyek Jembatan Waterfront City
  • Bapenda Bakal Tempel Stiker Merah di Rumah Penunggak Pajak
  • Polda Riau Periksa Pejabat Bea Cukai Yang Tembak Haji Jumhan alias Haji Permata
  • Syahmadi Malau Kukuhkan Tengku Dasrizal Sebagai Ketua PAC PP Kunto Darussalam
  • Mendesak, Mencari Solusi Atasi Konflik Sawit
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved