| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
THL Dem0 DLHK Pekanbaru

Pekanbaru Krisis Sampah, Para Mantan Pekerja DLHK Turun ke Jalan


Sigapnews.co.id | Lingkungan
Rabu, 06/01/2021 - 15:30:41 WIB
Sejumlah mantan tenaga harian lepas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru berunjuk rasa menyuarakan nasib mereka, Rabu (6/1/2021). (Foto: Sigapnews.co.id/Ist).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, Pekanbaru - Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru berunjuk rasa di Kota Pekanbaru, Rabu (6/1/2021).

Dengan membawa spanduk dan poster yang salah satunya bertuliskan #saveTHLDLHK, mereka berdemo di sejumlah lokasi. Pertama para demonstran melakukan aksi damai di Kantor DLHK Pekanbaru, Jalan DT. Setia Maharaja. Kemudian mereka melanjutkan aksi mereka dengan turun ke jalan di Bundara Patung Zapin di depan Kantor Gubernur Riau, dan diakhiri dengan menyuarakan aspirasi mereka di depan kantor Kejaksaan Tinggi Riau.

Mereka menyuarakan nasib mereka karena kebijakan Kepala Dinas LHK Pekanbaru, Agus Pramono, yang dinilai semena-mena memberhentikan THL Satgas DLHK hanya melalui pesan singkat sosial media WhatsApppada malam tahun baru.

"Yang demo ini sebanyak 318 THL DLHK Pekanbaru yang diberhentikan oleh Agus Pramono melalui pesan WhatsApp pukul 00.00 WIB 31 Desember 2020," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Herning, Rabu (6/1/2021).

Ia mengatakan, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan kepada seluruh THL melalui pesan WhatsApp oleh Kepala DLHK Pekanbaru, Agus Pramono menimbulkan polemik dan dinilai tidak prosedural. 

Selain itu, Herning mengungkapkan bahwa THL DLHK Pekanbaru yang diputus hubungan kerja jadi penyebab hilangnya sumber penghasilan bagi ratusan petugas, yang berdampak bagi kesulitan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga memperparah krisis sampah yang terjadi di Pekanbaru mulai awal tahun ini karena DLHK jadi kekurangan sumber daya untuk mengangkut sampah yang makin menumpuk di permukiman warga, jalan-jalan arteri, dan fasilitas umum seperti pasar tradisional. Padahal, berdasarkan data DLHK Pekanbaru, pada 2019 jumlah sampah di Pekanbaru bisa mencapai 1.000 ton dalam sehari.

"Keputusan tersebut berdampak pada sampah yang makin berserakan di seluruh ruas-ruas jalan Kota Pekanbaru sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi seluruh warga Kota Pekanbaru," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK Kota Pekanbaru, Agus Pramono saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa THL yang dilakukan pemutusan hubungan kerja tersebut tidak ada hubungannya dengan terhentinya kegiatan pengangkutan sampah yang kini menimbulkan masalah pencemaran lingkungan diberbagai tempat di daerah berjuluk "Kota Madani" itu.

"Mereka yang diberhentikan bukan pengangkut sampah," kata Agus singkat tanpa memberikan alasan mengapa tidak diperpanjang kontrak 318 THL tersebut.

Melalui keterangan resminya, Agus mengatakan masalah tidak diangkutnya sampah di Pekanbaru karena sejak 31 Desember 2020, dua perusahaan swasta yakni PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah telah berakhir kontrak pengangkutan sampah dengan Pemko Pekanbaru. Hingga awal Januari ini belum ada pemenang tender untuk pengangkutan sampah, sehingga sejak tanggal 1 Januari hingga kini sampah terlihat menumpuk di permukiman warga dan fasilitas umum seperti pasar tradisional.

"Saat ini proses lelang sedang berlangsung di sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik kota Pekanbaru. Kondisi pengangkutan sampah mulai 1 Januari 2021 di lakukan secara swakelola oleh DLHK," kata Agus.

Maka solusi sementara menanti pemenang tender, lanjutnya, pengangkutan di jalan-jalan protokol dan tempat-tempat badan usaha di lakukan oleh DLHK Pekanbaru. Sedangkan untuk di lingkungan warga, sesuai rapat dengan Forum komunikasi RT/RW, pengangkutan sampah dilakukan oleh warga secara mandiri.

"Pengangkutan sampah pada prinsipnya DLHK bertanggung jawab untuk mengangkutnya di seluruh wilayah Pekanbaru, namun dengan keterbatasan kendaraan angkutan sehingga mengalami keterlambatan. Sehubungan dengan pemenang lelang belum ada dan banyaknya tumpukan sampah saya selaku kadis DLHK mohon maaf atas ketidak nyamanan kondisi tersebut. Mohon pengertian dan kerjasamanya seluruh masyarakat melalui ketua RTRW untuk mandiri mengangkut sampahnya ke TPA Muara Fajar. Mudah-mudahan bulan Januari akhir sudah ada pemenang lelang pengangkutan sampah," kata Agus.(*)

Liputan: Brian.
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Ketua DPRD Madina Minta Gubsu Evaluasi Penundaan KBM Tatap Muka
  • Ahli Waris Korban Sriwijaya Air Asal Pekanbaru Terima Santunan Rp50 juta Dari Jasa Raharja
  • Warga Kepri Yang Telah Divaksin Jika Bepergian Tak Perlu Tes COVID-19
  • Wali Kota Jambi: Sistem Belajar Tatap Muka Ditunda, Ini Alasannya
  • Seminggu Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182: CVR Masih Dicari, 17 Korban Teridentifikasi
  • Terkait Sampah di Pekanbaru, Polda Riau: Kemungkinan Ada Tersangka
  • Polisi Tangkap Seorang Dukun Cabul Pekanbaru di Payakumbuh
  • Diinfokan, Pemilik Hotel Oasis Batam Ditembak BC di Laut?, Keluarga Akan Lapor ke Polisi
  • Masa Penahanan Wali Kota Dumai Nonaktif di Perpanjang KPK
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved