| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Batam Tercemar Limbah

Pantai Pulau Batam Tercemar Limbah Minyak, Nelayan Kesulitan Dapatkan Ikan


Sigapnews.co.id | Lingkungan
Senin, 04/01/2021 - 20:19:22 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, Batam - Limbah minyak hitam lagi-lagi mencemari pantai utara Pulau Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau, hingga menyebabkan nelayan kesulitan mendapatkan ikan.

"Yang terdampak terutama wilayah Nuvasa Bay dan Nongsa Pantai, di dua tempat itu sepanjang satu km," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozie di Batam, Senin (4/1/2021).

Menurut dia, jenis minyak yang mencemari pantai pada awal tahun 2021 ini relatif berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan limbah kali ini lebih encer dan tidak tebal seperti biasanya.

Setiap musim angin utara, daerah pesisir Batam kerap tercemar limbah minyak hitam yang terbawa arus dari laut internasional.

Herman mengatakan, berdasarkan informasi Tim Spill Oil Kepri, limbah itu sepertinya berasal dari alur pelayaran. Namun, ada informasi masyarakat yang menyebutkan minyak hitam dari kapal yang tenggelam.

"Kami tugasnya mengambil sampel, kalau ada kapal yang tertangkap, sampelnya dicocokkan dengan limbah yang diambil," kata dia.

Apabila pembuang limbah tertangkap maka harus mempertanggungjawabkannya, memberikan ganti rugi kepada masyarakat setempat.

Rencananya, Dinas Lingkungan Hidup akan melaksanakan gotong royong membersihkan pantai rakyat bersama masyarakat dan untuk di pantai yang dikelola swasta, pemerintah hanya akan membantu membawanya ke pengelolaan.

Berdasarkan "modeling backtracking" tumpahan minyak di Batam pada 3 Januari 2020, minyak diperkirakan berasal dari area alur kapal.

Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan meminta aparat terkait di laut mengambil tindakan tegas, agar pembuangan minyak di laut bisa ditangani dengan cepat.

"Mudah-mudahan, instansi di laut, Bakamla, Polair, Syahbandar kami minta koordinasi supaya pembuangan minyak tidak terjadi lagi," kata dia.

Terpisah, warga Batam, Paul mengeluhkan pencemaran minyak yang terseret juga hingga ke pulau terluar NKRI, Pulau Putri yang berlokasi di seberang Pantai Nongsa.

"Kami pergi memancing di Pulau Putri kemarin, ikan sampai tidak ada karena limbah," kata dia.(*)

Liputan: Fahmi Ray..
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Refli ; Penling ke Masyarakat Minta Patuhi Prokes
  • AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH,Bangun Komunikasi Persuasif Dengan Masyarakat Lewat Suling
  • Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19
  • Kapolres Rohul Ajak Masyarakat Bersama Menjaga Sitkamtibmas
  • Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 153 Pasien, Meninggal Lima Orang
  • Istri Sule Nathalie Holscher Alami Keguguran, Ini Bisa Jadi Penyebabnya...
  • BNN Tangkap 2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi
  • Warga Rohingya Melarikan Diri dari Aceh 3 Orang Meninggal
  • Aturan Atribut Keagamaan di Sekolah Negeri Melanggar Nilai-nilai Kebangsaan, Merugikan Pendidikan
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved