| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Manhole di Kawasan Kota

Pemko Medan Pasang Manhole di Kawasan Kota, Pengamat Perkotaan: Perlu 'Police Line'


Sigapnews.co.id | Lingkungan
Senin, 28/09/2020 - 17:47:07 WIB
LUBANG menganga di Lapangan Merdeka Medan tanpa rambu-rambu dan peringatan bagi pengguna jalan.(Foto: Sigapnews.co.id/Ist) 
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, MEDAN - Setelah adanya pengalihan anggaran untuk penanganan covid-19, pada tahun 2020 Dinas Pekerjaan Umum atau Dinas PU Medan akan memasang sebanyak 38 unit Manhole di kawasan inti kota.

Hal ini disampaikan Kadis Pekerjaan Umum Kota Medan, Zulfansyah Ali Syahputra.

"Untuk tahun ini ada sebanyak 38 unit manhole. Lokasi pemasangan di sekitar kawasan inti kota," ujar Zulfansyah.

Jumlah ini, terangnya, berkurang menjadi lebih sedikit akibat pengalihan anggaran untuk penanganan covid-19.

"Memang jumlahnya sedikit karena anggaran dipangkas untuk penanggulangan Covid," katanya.

Manhole merupakan lubang yang dibuat untuk pembersihan drainase.

Lubang ini digunakan sebagai tempat keluar masuknya petugas untuk memastikan drainase bersih dan bebas hambatan.

Pengamat Perkotaan, Meutia Fadila Fachruddin mengatakan dalam pengerjaan jasa konstruksi harus ada pengawasan dari pihak Dinas PU dengan perusahaan penyedia bahan dan pekerja atau kontraktor yang menjalin kerjasama.

"Harusnya ada pengawas dari pihak Dinas PU untuk memastikan pengerjaannya berlangsung dengan baik di lapangan," katanya.

Lebih lanjut Meutia mengatakan, tidak dibenarkan adanya pembiaran terhadap pemasangan manhole ini. Karena berada di tempat umum dan bisa membahayakan pengguna jalan.

"Karena kalau lubang ini bahaya, apalagi di tengah kota. Kalau ada yang jatuh atau kecelakaan kan bahaya," tuturnya.

Ia pun mengharapkan Kepala Dinas PU agar lebih memahami apa yang tertera di Undang-undang Jasa Konstruksi.

"Saya rasa perlu dipelajari lagi Undang-Undang Jasa Konstruksi itu," katanya.

Meutia juga mengatakan jika sedang ada pengerjaan proyek baik itu jalan ataupun perbaikan trotoar, harus ada rambu-rambu atau peringatan mengenai pengerjaan tersebut.

"Seharusnya juga ada police line atau peringatan dan keterangan tentang proyek apa yang sedang dikerjakan. Menurut saya ini fundamental, harusnya sudah disepakati teknis pengerjaan nya dari awal, dan harus ada pengawasan," pungkasnya.(*)

Liputan: Musa Nst. 
Editor : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • ASN Jangan Mau Di Erek Erek Dan Jangan Mengerek Ngerek
  • Pjs Bupati Rohul Sapa Masyarakat Melalui RSLL
  • Pjs Bupati Rohul Resmikan Green House Agrowisata Organik Ponpes Daarul Qur'an Darussalam
  • Nasabah BRI Unit Kota Tengah Raih Mobil Grand New Xenia di Pengundian Panen Hadiah Simpedes
  • Tolak Aksi Unjuk Rasa Anarkis Sejumlah Elemen Masyarakat Kuansing Deklarasi Damai turun ke Jalan
  • Selama Unjuk Rasa Omnibus Law Polda Riau Tahan 21 Orang
  • Keluarga Darismal Minta Hak Asasi Manusia Atas Tudingan Pencurian Ternak Sapi
  • Persatuan Tarbiyah Kuansing Taja Muzakarah Ulama se Kuansing, Secara Resmi Dibuka Andi Putra
  • Antusias Tinggi, Sebanyak 15 Titik Sekaligus Kampanye Paslonbup-Wabup Rohul H Hamulian-M Sahril To
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved