| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Karhutla Riau

Kebakaran Hutan TNTN Riau Setelah Kunjungan Kapolda dan Wakil Komandan Satgas Karhutla


Sigapnews | Lingkungan
Kamis, 22/08/2019 - 22:30:22 WIB
Kebakaran hutan di Taman Nasional Tesso Nilo dekat kamp Flying Squad, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (22/8/2019). (Foto: Sigapnews.co.id/HO-WWF Indonesia).
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, Pekanbaru - Kebakaran hutan terus Terjadi di kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, yang lokasinya tidak jauh dari lokasi penggembalaan gajah sumatera jinak dan luasnya kebakaran diperkirakan sudah mencapai ribuan hektare.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Halasan Tulus, Kamis (22/8/2019) malam mengatakan kobaran api tiba-tiba muncul di dekat kamp Flying Squad pada sore hari setelah kunjungan Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Widodo Eko Prihastopo dan Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau Edwar Sanger.

Padahal ketika kunjungan Kapolda tidak terlihat ada kebakaran di area Kamp Flying Squad, yang merupakan tempat penggembalaan delapan ekor gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) jinak binaan WWF Indonesia.

“Pas Kapolda pulang sudah agak sore, terus tiba-tiba (api) muncul lagi. Kalau sudah begitu terpaksa kami kerja lagi (padamkan api),” kata Halasan.

Ia mengatakan kebakaran di TNTN kerap bermunculan secara tiba-tiba akibat dipicu angin kencang dan kondisi di lokasi itu sangat kering dan panas.

“Karena angin kencang, kering dan bahan bakarnya ada maka terjadi itu (api). Sebenarnya kita bisa handle tapi api tidak benar-benar padam,” ujarnya.

Kebakaran di dekat kamp Flying Squad binaan WWF tersebut menimbulkan asap pekat. Namun, Halasan mengatakan kondisi gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) binaan dalam kondisi aman karena sudah dipindahkan menjauh dari kebakaran dan asap.

Ia menambahkan, kunjungan Kapolda Riau ke TNTN adalah untuk memeriksa kondisi gajah dan penanganan kebakaran di kawasan konservasi itu. Menurut Halasan, Kapolda Riau juga menyatakan komitmen untuk menyelidiki dugaan pembakaran kawasan TNTN.

“Beliau memerintahkan anggotanya untuk mengejar pelaku pembakar-pembakar itu,” kata Halasan.

Kebakaran TNTN

Sementara itu, Humas WWF Program Riau Syamsidar mengatakan tim gabungan dari TNI, Polri, Brigade Pengendalian Karhutla TNTN dan Masyarakat Peduli Api (MPA) binaan WWF langsung berupaya memadamkan kebakaran yang tiba-tiba muncul di dekat kamp flying squad. Ia mengatakan api hingga laporan terakhir sekitar pukul 18.00 WIB, api masih berkobar.

Ia mengatakan luas kebakaran di area sekitar flying squad sudah mencapai ratusan hektare (ha).

“Kalau data minggu lalu sekitar 200 ha, mungkin sekitar segitu juga karena beberapa kali terulang lagi. Kalau untuk keseluruhan TNTN diperkirakan berdasarkan data sistim informasi geografis sekitar 4.100 ha,” katanya.

TNTN adalah kawasan konservasi, yang salah satunya berfungsi sebagai habitat asli satwa endemik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus). Awalnya, luas TN Tesso Nilo adalah 38.576 hektare (ha) berdasarkan Surat Keputusan Menhut No.255/Menhut-II/2004. 

Kemudian kawasan konservasi itu diperluas menjadi 83.068 ha dengan memasukkan areal hutan produksi terbatas yang berada di sisinya, berdasarkan SK No.663/Menhut-II/2009. Namun, kerusakan yang terjadi di kawasan itu akibat perambahan sudah sangat masif yang mengubah bentang alam hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pelalawan menangkap seorang tokoh masyarakat atau "Batin/Bathin" yang dijuluki sebagai "Batin Hitam Sungai Medang" atas dugaan melakukan perambahan lahan TNTN.

"Tersangka membuka lahan di TNTN seluas enam hektare untuk perkebunan karet," kata Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan dihubungi dari Pekanbaru, Rabu (14/8/2019).

Ia mengatakan tersangka berinisial AA itu ditangkap setelah Polres Pelalawan mendapat informasi pembukaan lahan dengan cara membakar di kawasan konservasi itu dari Balai TNTN.(*)

Liputan: Brian
Editor  : Robinsar Siburian.





Berita Lainnya :
 
  • Proses Hukum Lahan Tuntutan Warga Desa Rantau Baru Pelalawan akan Menemui Titik Terang
  • FJMR Gelar Dialog Publik Program 'Riau Pintar' bersama Pemprov dan Bank Riau Kepri
  • MAN 1 Kuansing Mendapatkan Akreditasi B, Rini Susanti : Inilah Wajah MAN 1 Selama Ini
  • Video: 45 Anggota DPRD Inhil Masa Jabatan 2019-2024, Hari Ini Resmi Mengucapkan Sumpah/Janji
  • Bupati Kuansing Mursini Hadiri Rakorlahut Bersama Panglima TNI
  • KONI Meranti 2019-2023 Resmi Dikukuhkan, Hendrizal Bocang Nahkodai KONI Meranti
  • DR Ferryandi ST MT MM Di Tunjuk Pimpin Smentara DPRD Inhil
  • Panglima TNI Dan Kepala BNPB Gelar Rakor Bersama Gubernur, Bupati/Walikota Se-Riau
  • Ahmad Ramani Hadiri Malam Pengesahan Warga Baru PSHT Tingkat I Cabang Sungai Akar
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved