| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Tim Pansel Sekdaprov Riau

Gubri Tunjuk Ashaluddin Jalil Ketua Pansel Sekdaprov, Ini Alasan dan Kriterianya...


Sigapnews | Riau
Selasa, 03/09/2019 - 21:13:34 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID, PEKANBARU - Mantan Rektor Universitas Riau, Prof Ashaluddin Jalin ditunjuk menjadi ketua tim Pansel jabatan pimpinan tinggi madya Sekdaprov Riau. Selain Ashaluddin, ada empat nama lainya yang menjadi anggota tim Pansel, di antaranya; Hamdani staf ahli Kemendagri, kemudian Teguh Widjinarko stag ahli Kemenpan RB, Dr M. Yafiz mantan birokrat Pemprov Riau dan Dr Azharuddin M Amin dosen UIR.

Adapun alasan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menunjuk Doktor Universitas Malaya Kuala Lumpur Malaysia Bidang Ilmu Sosiolgi perkotaan ini menjadi ketua tim Pansel Calon Sekdaprov Riau adalah sebagai berikut;

- Sebagai mantan Rektor dua Priode 2006 hingga 2014 yang hingga saat ini masih aktif mengajar, menjadi salah satu alasan penunjukan Prof Ashaluddin Jalil menjadi ketua tim Pansel.

- Sebagai mantan rektor dan masih energik, sekarang juga masih ngajar juga, saya pikir beliau memang layak dijadikan ketua tim Pansel," kata Gubernur Riau, Syamsuar, Selasa (3/9/2019).

Seleksi calon Sekdaprov Riau ini dibuka untuk seluruh ASN se Indonesia sehingga pelamarnya tidak terbatas untuk ASN di lingkungan Pemprov Riau dan ASN Kabupaten Kota di Riau saja. Namun terbuka untuk ASN se Indonesia, termasuk ASN di instansi pemerintah pusat.

Sejauh ini dari lingkungan Pemprov Riau belum ada yang mengajukan izin ke Gubernur Riau untuk ikut dalam seleksi ini. Sebab untuk ikut dalam seleksi Sekdaprov Riau ini, pelamar harus mendapatkan rekomendasi dan izin dari pejabat pembina kepegawaian.

"Sampai hari ini belum ada (ASN Pemprov Riau yang mengajukan izin ke gubernur untuk mengikuti seleksi Sekda," kata Syamsuar.

Syamsuar berharap ASN di seluruh Indonesia, khususnya di Riau yang memenuhi syarat agar bisa memanfaatkan kesemapata ini. Ia menargetkan proses seleksi dari pendaftaran hingga ke pengumuman hasil asesmen akan berlangsung selama lebih kurang satu bulan.

"Sesuai jadwalkan tanggal 30 september sudah tau calon yang lulus seleksi dan akan diusulkan ke pak presiden melalui menteri,"ujarnya.

Sementara untuk pelantikan Sekdaprov Riau yang didapatkan dari hasil asesmen ini Gubri belum bisa memastikan. Sebab pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah ada SK pengangkatan Sekdaprov Riau dari presiden melalui kementrian dalam negeri.

"Untuk pelantikan belum bisa kita tetapkan, karena itu sangat bergantung SK penetapan dari Pak Presiden," kata Syamsuar.

Proses seleksi terbuka Sekdaprov Riau hingga saat ini masih berjalan. Pendaftaran pengisian jabatan Sekdaprov Riau sudak dibuka Senin (2/9/2019) dan akan ditutup 16 September mendatang.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar memberikan sejumlah bocoran kriteria calon Sekdaprov yang ia inginkan. Selain sosok yang kominikatif dan energik, Syamsuar juga mengingin sosok Sekda bisa membatu Gubernur menyelesaikan tugas pemerintahan di lingkungan Pemprov Riau.

"Harus bisa membentu kami menyelesaikan pekerjaan yang ada, karena tugas Sekda itukan membantu kami," kata Syamsuar, Selasa (3/9/2019).

"Saya berharap Sekda yang didapatkan dari seleksi ini yang terbaik lah," imbuhnya.

Selain itu, Syamsuar juga berharap Sekda yang nanti ditetapkan melalui seleksi ini tidak hanya menguasai pekerjaan di internal Pemprov Riau saja. Namun Sekda yang diinginkan Syamsuar juga harus punya jaringan yang luas. Termasuk ke pemerintah pusat.

"Harus punya link yang bagus ke pusat karena nantikan banyak urusan ke kementrian," ujarnya.

Dengan jaringan yang bagus ke pemerintah pusat tersebut tidak hanya dapat membantu memperlancar tugas administrasi pemerintahan antara Pemprov Riau dengan kementrian. Namun dengan komunikasi dan jaringan yang bagus tersebut diharapkan Sekda yang terpilih nanti bisa menggaet anggaran pusat untuk pemerintah daerah.

"Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan Sekda yang punya link bagus ke pemerintah pusat sehingga peluang anggaran APBN bisa kita manfaatkan untuk pembangunan Riau supaya kedepan bisa lebih maju lagi," sebutnya.

Sebelumnya, setelah resmi dibuka pendaftaran seleksi terbuka pengisian jabatan Sekdaprov Riau, Pemprov Riau akhirnya mengumumkan nama-nama tim Pansel yang akan menseleksi pengisian jabatan Sekdaprov Riau ini. Sejumlah nama birokrat dan akademisi ditunjuk menjadi anggota tim Pansel seleksi terbuka Sekdaprov Riau.

Mantan Rektor Universitas Riau, Prof Ashaluddin Jalin ditunjuk menjadi ketua tim Pansel jabatan pimpinan tinggi madya Sekdaprov Riau.

Selain Ashaluddin, ada empat nama lainya yang menjadi anggota tim Pansel.  Di antaranya Hamdani staf ahli Kemendagri, kemudian Teguh Widjinarko stag ahli Kemenpan RB, Dr M. Yafiz mantan birokrat Pemprov Riau dan Dr Azharuddin M Amin dosen UIR.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan mengatakan seleksi jabatan tinggi madya Sekdaprov Riau terbuka untuk ASN di seluruh Indonesia. Jadi tidak hanya ASN kabupaten kota di Riau dan di lingkungan Pemprov Riau saja. Bahkan ASN di instansi pemerintah pusat pun berpeluang untuk ikut dalam seleksi ini.

"Seleksi ini terbuka bagi seluruh PNS se Indonesia yang memenuhi kualifikasi. Baik di lingkungan Pemprov Riau dan semua kabupaten kota. Termasuk dari instansi pemerintah pusat," kata Ikhwan.

Ikhwan membeberkan, ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi pelamar yang akan ikut dalam seleksi ini. Di antaranya memiliki pangkat sekurang-kurangnya pembina utama muda golongan IV c, pendidikan paling rendah sarjana, dan usia maksimal 58 tahun pada 31 desember 2019.

Sedang atau pernah menduduki jabatan JPT pratama atau jabatan fungsional jenjang ahli utama paling singkat 2 tahun. Memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling singkat 7 tahun.

"Pelamar juga harus sudah pernah mengikuti dan lulus minimal Diklat kepemimpinan tingkat II dan harus mendapatkan rekomendasi atau persetujuan untuk mengikuti seleksi dari pejabat pembina kepegawaian di tempat masing-masing bertugas," ujar Ikhwan.

Seleksi terbuka pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau resmi dibuka Senin (2/9/2019). Pendaftaran dan penerimaan dokumen persyaratan dari para pelamar dibuka selama 14 hari. Mulai dar tanggal 2 hingga 16 September mendatang.

Kemudian untuk seleksi administrasi akan dilakukan mulai tanggal 3 hingga 16 september. Setelah melalui proses seleksi administrasi, pada tanggal 17 september panitia seleksi akan mengumumkan hasil seleksi administrasi.

"Bagi yang lolos seleksi administrasi pelamar bisa mengikuti tahapan berikutnya yakni seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural tanggal 18 sampai 20 september," kata Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan, Senin (2/9/2019).

Kemudian pada tanggal 23 pengumuman hasil seleksi manajerial dan sosial kultural yang akan diumumkan melalui papan pengumuman resmi dan situs BKD Riau.

Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi manajerial dan sosial kultural maka berhak untuk mengikuti tes selanjutnya yakni penulisan makalah dan bahan presentasi yang dilaksanakan 24 september. "Setelah itu pelamar melakukan presentasi atas makalah yang dibuatnya dan wawancara terkahir," ujarnya.

Sebelum diumumkan, para pelamar harus melakukan tes kesehatan, tes kejiwaan dan tes bebas narkoba. Setelah itu barulah pengumuman hasil akhir seleksi. "Sesuai jadwal untuk pengumuman hasil akhir seleksi akan dilakukan akhir bulan september, tanggal 30," katanya.

Seperti diketahui, Gubri Syamsuar secara resmi melantik dan mengambil sumpah Ahmad Syah Harrofie seagaia Penjabat (Pj) Sekdaprov Riau, Rabu (14/8/2019) lalu di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Pelantikan Ahmad Syah sebagai Pj Sekdaprov Riau ini menyusul dicopotnya Ahmad Hijazi dari jabatan Sekdaprov Riau. Syamsuar menegaskan, jabatan Pj Sekdaprov Riau yang diberikan kepada Ahmad Syah hanya dalam waktu tiga bulan saja.

Sebab setelah resmi dilantik, Pemprov Riau akan langsung membentuk tim Pansel yang nanti akan melakukan asesmen calon Sekdaprov Riau. Asesmen pemilihan Sekdaprov Riau akan dilakukan secara terbuka.

Bahkan tidak hanya bisa diikuti oleh pejabat di lingkungan Pemprov Riau saja, namun juga bisa diikuti oleh pejabat dari kabupaten kota yang memenuhi syarat. "Selain pegawai provinsi, pegawai kabupaten kota juga bisa ikut mendaftar," kata Gubri Syamsuar. (*)

Liputan: Brian
Editor   : Robinsar Siburian





Berita Lainnya :
 
  • Wako Firdaus Lantik Pengurus Rumbes Pekindo kota Pekanbaru dan Resmikan Expo UMKM
  • AWI Kabupaten Rokan Hulu Periode 2020--2023 Resmi Dipimpin Oleh S.H Nasution
  • Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Kolaborasi Dukung Resolusi Permasyarakatan 2020
  • Ketua DPRD Meranti Ardiansyah Minta DPRD Riau Proposional Membagi Anggaran ke Daerah
  • Bupati H Sukiman Didampingi Ketua TP PKK Rohul Hadiri Hari Jadi Desa Pasir Baru Ke-33
  • Bupati Rohul Resmikan BUMDesa Mart Mitra Mandiri dan Kantor Bhabinkamtibmas Desa Pasir
  • Sekda Buka Bimtek Perencanaan Pengadaan Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Polda Riau Kirim 11 Relawan Menuju Pulau Rupat Bengkalis
  • Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah UNIKS Kunjungi IAIN Batu Sangkar.
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved